Tiket Pesawat Online

Bisnis Tiket Pesawat - http://www.tiket-network.com/?ref=sopokopi.

Medan Rental Car

Rental mobil di Medan, hubungi Abang Ido 081375884432 - Tirtanadi.com.

Tambang Batubara

Strip Coal Mining - kliktambang.blogspot.com.

Mineral

Kristal Fluorapophyllite - kliktambang.blogspot.com.

Coal Mining

Flathead coal mining - kliktambang.blogspot.com.

Tuesday, April 2, 2013

MALAM PENGANUGERAHAN RKAB AWARD 2012

Pada hari Jumat 22 Maret 2013, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyelenggarakan Malam Penganugerahan RKAB Award 2012RKAB Award adalah penghargaan Pemerintah kepada perusahaan pertambangan batubara Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) berdasarkan evaluasi kinerja Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) oleh PKP2B tahun 2012. Penyelenggaraan RKAB Award tahun ini merupakan penyelenggaraan untuk yang kedua kalinya, setelah pertama sekali dilaksanakan pada tahun yang lalu. Tujuan penyelenggaraan RKAB Award adalah untuk menilai kinerja pelaksanaan RKAB oleh masing-masing PKP2B sehingga dapat memotivasi PKP2B untuk menjalankan kegiatannya sesuai dengan RKAB yang telah disetujui oleh Pemerintah.

Pelaksanaan kegiatan oleh PKP2B sesuai dengan RKAB yang disetujui Pemerintah penting karena terkait dengan peran Sektor ESDM khususnya Sub Sektor Mineral dan Batubara dalam mendukung program pembangunanFour Track Strategy yaitu: Pro Growth melalui kontribusi penerimaan negara pajak dan bukan pajak pertambangan serta sumber energi untuk kelistrikan dan industri; Pro Job  melalui penyerapan tenaga kerja dan penggunaan peralatan yang diproduksi dalam negeri pada kegiatan pertambangan; Pro Poor melalui pengembangan dan pemberdayaan masyarakat khususnya sekitar tambang; dan Pro Environment melalui reklamasi dan pascatambang.

PKP2B yang dinilai dalam RKAB Award ini adalah seluruh PKP2B yang berjumlah 74 yang terbagi atas PKP2B Tahap Pra Produksi dan PKP2B Tahap Produksi. Penilaian terhadap kinerja PKP2B terbagi atas 2 kelompok yaitu: kelompok pertama untuk PKP2B Tahap Pra Produksi dan kelompok kedua PKP2B Tahap Produksi. Untuk penilaian terhadap kelompok PKP2B Tahap Pra Produksi berdasarkan kriteria: tidak dalam masa suspensi (penangguhan kegiatan), tidak mempunyai masalah dalam perizinan, serta melaksanakan kegiatan eksplorasi sesuai persetujuan Pemerintah. Sementara penilaian untuk kelompok PKP2B Tahap Produksi berdasarkan penilaian pada 5 aspek yaitu: Aspek Operasi Produksi dan Pemasaran Batubara Terbaik, Aspek Keuangan Terbaik, Aspek Eksplorasi Batubara Terbaik, Aspek Community Development Terbaik, dan Aspek Perizinan Terbaik.

RKAB Award  sebagai agenda yang dilaksanakan rutin setiap tahun diharapkan menjadi pemacu dan motivasi bagi PKP2B pada khususnya serta seluruh perusahaan pertambangan lainnya antara lain: Kontrak Karya dan Izin Usaha Pertambangan. Pemerintah, masyarakat, dan perusahaaan pertambangan bersama-sama sebagai pemangku kepentingan sub sektor mineral dan batubara sesuai perannya masing-masing memberikan kontribusi dalam mendukung pembangunan nasional khususnya dalam sub sektor mineral dan batubara.

Penyerahan RKAB Award 2012 disampaikan oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Thamrin Sihite, Staf Khusus Menteri ESDM Thobrani Alwi,  dan para Pejabat Eselon II di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara kepada para Direksi serta perwakilan PKP2B  yang berhasil meraih predikat terbaik pada masing-masing kategori.

Sumber: Direktorat Pembinaan Pengusahaan Batubara, Ditjen Mineral dan Batubara

Angkut Batu Bara, Djakarta Lloyd akan Jajaki Kontrak dari PLN dan Antam

Saat ini PT Djakarta Lloyd sedang melakukan pembicaraan kontrak pengangkutan batu bara dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Menurut Direktur Utama PT Djakarta Lloyd, Syahril Japarin, pihaknya meminta dukungan bisnis dari kedua BUMN tersebut guna mengoptimalkan klien perusahaan negara atau captive market,sehingga memungkinkan perseroan memperoleh kontrak baru.

Sebelumnya pada tahun lalu, pihaknya telah meraih kontrak dari PLN untuk mengangkut batubara, tambahnya.

Namun, Syahril menjelaskan, pembicaraan kontrak batu bara lanjutan tahun ini belum bisa disebutkan jumlahnya mengingat masih menunggu konstruksi pembangkit listrik milik PLN selesai dikerjakan.

Royalti Batubara IUP & PKP2B direncanakan akan disamakan

Jakarta,APBI-ICMA :  Belum selesai persoalan anjloknya harga komoditas batu bara, perusahaan batu bara pemegang izin usaha pertambangan (IUP) harus mulai memikirkan rencana penyamarataan royalti dengan pemegang perjanjian karya pengusaha pertambangan batu bara (PKP2B) sebesar 13% yang terus didorong pemerintah. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Thamrin Sihite mengatakan pemerintah terus mendorong penyamarataan royalti antara perusahaan pemegang IUP dan PKP2B. Pasalnya, kedua perusahaan tersebut memiliki hasil dan cara produksi yang relatif sama.

 

"Kedepan memang harus seperti itu [penyamarataan royalti antara IUP dan PKP2B] pemikirannya. Karena kan sama tanggungjawabnya dan pengelolaan lingkungannya," katanya hari ini, Kamis (17/1/2013).

Seperti diketahui saat ini pemerintah mematok royalti paling tinggi sebesar 7% untuk perusahaan pemegang IUP, sedangkan royalti untuk perusahaan pemegang PKP2B ditetapkan paling tinggi 13%. Meski demikian, pemerintah juga akan akan mempertimbangkan kondisi pasar batu bara yang saat ini masih lesu. "Nanti tergantung dari Kementerian Keuangan apakah royalti itu layak untuk ditingkatkan saat ini, atau justru kami akan memberikan insentif karena memang komoditas saat ini cenderung menurun," jelasnya.

Untuk itu, Ditjen Minerba terus mengkaji upaya penyamarataan royalti itu dengan melihat kembali IUP yang dimiliki perusahaan. Hal itu dilakukan bersamaan dengan upaya penyisiran IUP untuk proses clean and clear.

Menurut Thamrin, pemerintah saat ini lebih mengupayakan agar perusahaan patuh membayar iuran tetap dan royalti saat ini untuk menggenjot penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor pertambangan. Pasalnya hingga saat ini masih banyak perusahaan yang menunggak pembayaran PNBP. "Sasaran kami saat ini benahi dulu izin yang bermasalah untuk pertambangan ini, jadi kami bisa mengetahui petanya. Sekarang ini kan mereka sudah banyak yang membayar dan itu sudah bagus. Selama ini kan hanya berapa perusahaan saja yang bayar," terangnya.

Tahun 2012, produksi batubara mencapai 386 juta ton

Tahun 2012, produksi batubara mencapai 386 juta ton


 





Jakarta,APBI-ICMA :  Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Sumber Daya Alam dan Mineral (ESDM) mencatat, produksi batubara nasional dari Januari-Desember 2012 mencapai 386 juta ton. Produksi tahun lalu itu naik sekitar 9,3% dibandingkan dengan jumlah produksi pada 2011 lalu yang sebanyak 353 juta ton.

 

Direktur Pengusahaan Batubara Ditjen Minerba, Edi Prasojo mengatakan, dari jumlah tersebut perusahaan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) masih menjadi penyumbang terbesar produksi batubara. Kelompok ini menyumbang produksi sebanyak 251 juta ton.
Untuk perusahaan pertambangan batubara pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) menghasilkan batubara sebanyak 121 juta ton. "Kemampuan produksi PKP2B memang besar," ungkap Edi kepada KONTAN, (9/1).

Seperti diketahui, untuk 2012, alokasi penjualan batubara masih didominasi untuk memenuhi pasar ekspor, seperti ke China, Jepang, dan India. Tahun lalu, Indonesia mengekspor batubara sebanyak 304 juta ton atau 73% dari total produksi 2012.

Sedangkan sisa produksi sebanyak 82 juta ton atau 27% dari total produksi untuk memenuhi kewajiban suplai ke pasar lokal atau domestic market obligation (DMO).

Edi mengaku, ketimpangan distribusi ini disebabkan karena banyak proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang belum beroperasi tahun 2012. "Dari target alokasi 82 juta ton untuk kebutuhan domestik di tahun lalu, realisasinya sebesar 67,3 juta ton," kata dia.

Sementara untuk 2013, Edi mengungkapkan, produksi batubara bisa mencapai 366 juta ton hingga 391 juta ton. Menurutnya, prediksi ini dari hasil evaluasi produksi batubara tahun lalu. "Jadi kami selalu membuat target produksi berdasarkan ambang batas bawah dan ambang batas atas produksi. Tahun 2012 itu mencapai ambang batas atas produksi," kata dia.

Untuk DMO tahun ini, Edi menerangkan, pemerintah mematok sebanyak 74,32 juta ton batubara atau sekitar 20% dari target produksi batubara di tahun ini. Ia berharap DMO tersebut dapat diserap maksimal supaya batubara Indonesia dapat lebih bermanfaat bagi industri nasional.

Saat ini, kata Edi, pabrik setrum seperti PT PLN (Persero) dan industri-industri yang punya pembangkit listrik sendiri tentu membutuhkan batubara dalam jumlah besar. "Dalam empat tahun terakhir produksi batubara nasional naik cukup signifikan. Kami harap perusahaan nasional dapat memanfaatkannya," pungkasnya.

Ketimpangan daerah

Sementara itu, saat ini pemerintah juga sedang mendorong peningkatan eksplorasi dan eksploitasi batubara di wilayah Sumatera. Sukhyar, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, mengatakan, saat ini distribusi pertambangan batubara di Indonesia masih timpang.

Dari potensi tambang batubara nasional yang mencapai sebesar 161 miliar ton, sebanyak 53% berada di Sumatera dan sebanyak 47% sisanya berada di Kalimantan. "Namun saat ini 92% eksplorasi dan eksploitasi tambang batubara ada di Kalimantan, sedangkan di Sumatera hanya sebesar 8% saja," kata dia.

Menurut Sukhyar, ketimpangan itu terjadi karena wilayah Kalimantan menawarkan infrastruktur yang lebih baik dibandingkan dengan Sumatera. Selain itu, Kalimantan juga memiliki sungai-sungai yang besar yang bisa digunakan untuk sarana transportasi batubara.

Sebaliknya di Sumatera tidak mempunyai sungai besar, sementara infrastruktur jalan untuk pengangkutan batubara juga belum siap. Karena itu, demi mendukung produksi batubara, pemerintah sedang membangun enam proyek rel kereta api batubara

 

Thursday, March 14, 2013

Mengenal Ukuran dan Jenis Container

Dry containers

Terdapat beberapa ukuran dan model/jenis Container dry:

  • 20′  dengan payload (Bisa memuat) sampai 28.3 metrik ton. Tapi perlu diingat standar yang diperbolehkan pengelola pelabuhan tidak sama di masing – masing negara. Untuk di Indonesia, rata-rata untuk pengiriman internasional hanya diperbolehkan sampai maksimum 20ton, demikian juga di wilayah sebagian besar Asia. Sedangkan di Chili dan sebagian besar negara Amerika Tengah maksimum 18ton.

  • 40′ – baik yang standard 8’6″ and maupun 9’6″ high cube – dengan payload sampai 30.4 metrik ton. Batas muatan yang diperbolehkan biasanya sampai 27 – 28 ton. Kalau di wilayah Amerika Serikat malah hanya 25ton.

  • 45′ – dengan ukuran 9’6″ high cube – dengan total kapasitas 86 meter kubik.


Dry/steel atau Dry/aluminium





























































































































































Type



Exterior



Interior



Weight



Door Opening



Length



Width



Height



Length



Width



Height



Gross
Weight



Tare
Weight



Net
Weight



Width



Height


20′ Steel Dry Cargo Container 

20′-0”



8′-0”



8′-6”



19′-4
13/16”



7′-8
19/32”



7′-9
57/64”



52,910lb



5,140lb



47,770lb



7′-8
1/8”



7′-5
3/4”



67,200lb



5,290lb



61,910lb



6.058m



2.438m



2.591m



5.898m



2.352m



2.385m



24,000kg



2,330kg



21,670kg



2.343m



2.280m



30,480kg



2,400kg


28,080kg
40′ Steel Dry Cargo Container 

40′-0”



8′-0”



8′-6”



39′-5
45/64”



7′-8
19/32”



7′-9
57/64”



67,200lb



8,820lb



58,380lb



7′-8
1/8”



7′-5
3/4”



12.192m



2.438m



2.591m



12.032m



2.352m



2.385m



30,480kg



4,000kg



26,480kg



2.343m



2.280m


40′ Hi-Cube Steel Dry Cargo Container 

40′-0”



8′-0”



9′-6”



39′-5
45/64”



7′-8
19/32”



8′-9
15/16”



67,200lb



9,260lb



57,940lb



7′-8
1/8”



8′-5
49/64”



12.192m



2.438m



2.896m



12.032m



2.352m



2.69m



30,480kg



4,200kg



26,280kg



2.343m



2.585m


45′ Hi-Cube Steel Dry Cargo Container 

45′-0”



8′-0”



9′-6”



44′-5 7/10”



7′-8 19/32”



8′-10 17/64”



67,200lb



10,858lb



56,342lb



7′-8
1/8”



8′-5
49/64”



71,650lb



10,360lb



61,290lb



7′-8
1/8”



8′-5
49/64”



13.716m



2.438m



2.896m



13.556m



2.352m



2.698m



30,480kg



4,870kg



25,610kg



2.340m



2.585m



32,500kg



4,700kg



27,800kg



2.340m



2.585m




 

Beberapa pelayaran menyedikan container untuk kebutuhan khusus, misalnya ,

-          Container yang dilengkapi dengan beams hanger yang digunakan untuk mengirim garment/ baju dengan digantung tanpa packing karton,

-          Container dengan extra payload atau ukuran pintu lebih besar untuk muatan dengan berat dan dimensi lebih besar.

-          Bull rings dan lashing bars untuk pengikat cargo

-          Container yang berjendela (Ventilated containers) untuk hasil bumi yang membutuhkan sirkulasi udara misalnya kopi, coklat, bawang merah, bawang putih, dll.

 

Reefer

Sedangkan untuk barang- barang perishable yang membutuhkan perlakuan khusus misalnya ikan, sayur, buah baik segar maupun beku, kita bisa menggunakan container reefer yang dilengkapi dengan mesin pendingin yang bisa kita atur suhu container sesuai kebutuhan. Detail penanganan perishable cargo akan dijelaskan peda kesempatan yang lain. Sehingga kualitas dan daya tahan cargo tetap terjaga sampai diterima buyer di negara tujuan.


















































































































Type



Exterior



Interior



Weight



Length



Width



Height



Length



Width



Height



Gross
Weight



Tare
Weight


20′ M.G.S.S. Refrigerated Container 

20′-0”



8′-0”



8′-6”



18′- 17/32”



7′-6 15/32”



7′-5 39/54”



67,180lb



6,700lb



6.058m



2.438m



2.591m



5.5m



2.298m



2.276m



30,480kg



3,040kg


20′ Aluminum Refrigerated Container 

20′-0”



8′-0”



8′-6”



17′-9 15/16”



7′-6”



7′-3 63/64”



52,800lb



6,314lb



6.058m



2.438m



2.591m



5.543m



2.286m



2.235m



24,000kg



2,870kg


40′ M.G.S.S. Hi-Cube Refrigerated Container 

40′-0”



8′-0”



9′-6”



37′-11 55/64″



7′-6 15/32”



8′-4 5/32”



74,960lb



9,150lb



12.192m



2.438m



2.896m



11.579m



2.298m



2.544m



34,000kg



4,150kg


40′ Hi-Cube Aluminum Refrigerated Container 

40′-0”



8′-0”



9′-6”



38′-1 13/32″



7′-6”



8′-2 23/32”



67,200lb



9,480lb



12.192m



2.438m



2.896m



11.618m



2.286m



2.507m



30,480kg



4,300kg




Biasanya container-container reefer ini dilengkapi dengan fitur-fitur khusus seperti :

-          Dehumidification system yang menjamin suhu dan kelembaban container.

-          Bahkan Super freezer container bisa menjaga suhu terenda pada -60°C/ -76°F

 

Special equipment Container

Untuk cargo – cargo khusus baik dimensi maupun beratnya melebihi batas maksimal penggunaan container biasa, terdapat container khusus yang disediakan untuk barang-barang tersebut.

-          flat racks dan artificial tween decks (ATD) baik 20′ and 40′, yaitu container yang tidak memiliki dinding atau atap permanen atau dinding containernya bisa dibuka-tutup sesuai kebutuhan. Cocok untuk proses pemuatan barang dari atas maupun samping container. Biasanya digunakan untuk mesin-mesin berat, pipa, dll.

-          Open Top container, 20′ and 40′ yang atapnya bisa terbuka atau ditutup dengan terpal.

































































































































































































Type



Exterior



Interior



Weight



Length



Width



Height



Length



Width



Height



Gross
Weight



Tare
Weight



Net
Weight


20′ Full Height Open Top Container 

20′-0”



8′-0”



8′-6”



19′-4 4/5”



7′-8 4/5”



7′-8 3/5”



67,200lb



5,140lb



62,060lb



52,910lb



5,310lb



47,600lb



6.058m



2.438m



2.591m



5.898m



2.352m



2.348m



30,480kg



2,330kg



28,150kg



24,000kg



2,410kg



21,590kg


20 ‘ Flat Rack Container with Four Freestanding Posts 

20′-0”



8′-0”



8′-6”



18′-6 7/16”



6′-7 59/64”



6′-9 39/64”



66,140lb



6,150lb



59,990lb



6.058m



2.438m



2.591m



5.650m



2.030m



2.073m



30,000kg



2,790kg



27,210kg


20′ Flat Rack Container with Collapsible Ends 

20′-0”



8′-0”



8′-6”



18′-5 31/32”



7′-3 23/32”



7′-3 59/64”



74,950lb



6,370lb



68,580lb



6.058m



2.438m



2.591m



5.638m



2.228m



2.233m



34,000kg



2,890kg



31,110kg


40′ Flat Rack Container with Four Freestanding Posts 

40′-0”



8′-0”



8′-6”



38′-7 15/16”



6′-7 59/64”



6′-4 1/2”



99,210lb



11,908lb



87,302lb



12.192m



2.438m



2.591m



11.784m



2.030m



1.943m



45,000kg



5,400kg



39,600kg


40′ Flat Rack Container with Collapsible Ends 

40′-0”



8′-0”



8′-6”



38′-7 39/64”



7′-3 23/32”



6′-4 61/64”



99,210lb



10,800lb



89,410lb



12.192m



2.438m



2.591m



11.752m



2.374m



1.955m



45,000kg



4,900kg



40,100kg


40′ Full Height Open Top Container 

40′-0”



8′-0”



8′-6”



39′-7”



7′-8 9/10”



7′-8 3/5”



67,200lb



9,499lb



57,701lb



12.192m



2.438m



2.591m



12.032m



2.352m



2.348m



30,480kg



4,300kg



26,180kg


40′ Hi-Cube Hanger Container 

40′-0”



8′-0”



9′-6”



39′-5 45/64″



7′-8 19/32″



8′-9 15/16″



67,200lb



9,172lb



58,028lb



12.19m



2.44m



2.90m



12.03m



2.35m



2.69m



30,480kg



4,200kg



26,280kg