Tiket Pesawat Online

Bisnis Tiket Pesawat - http://www.tiket-network.com/?ref=sopokopi.

Medan Rental Car

Rental mobil di Medan, hubungi Abang Ido 081375884432 - Tirtanadi.com.

Tambang Batubara

Strip Coal Mining - kliktambang.blogspot.com.

Mineral

Kristal Fluorapophyllite - kliktambang.blogspot.com.

Coal Mining

Flathead coal mining - kliktambang.blogspot.com.

Tuesday, June 26, 2012

An Article from Indonesia Finance Today

Indonesia Finance Today

Perusahaan Australia Bidik Pasar Coal Upgrading di Indonesia

June 25, 2012

JAKARTA (IFT) – Jatenergy, perusahaan rekayasa teknologi batu bara yang terdaftar di bursa Australia, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Zengzhou Zhongneng, perusahaan asal China untuk lisensi teknologi peningkatan kalori batu bara (coal upgrading). Kerja sama ini akan digunakan Zengzhou dan Jatenergy untuk proyek coal upgrading di Indonesia yang dalam dua bulan mendatang akan mulai melakukan kajian teknis dan komersial.

Jatenergy memiliki produk Coal Plus yang merupakan hasil dari rekayasa penaikkan kalori batu bara. Hasil dari coal upgrading tersebut akan membuat batu bara berkalori rendah dapat dipakai untuk kebutuhan pembangkit listrik, petrokimia dan pabrik pengolahan.

Alternatively, you can copy and paste this link into your browser:
http://www.indonesiafinancetoday.com/read/27674/Perusahaan-Australia-Bidik-Pasar-Coal-Upgrading-di-Indonesia

Warm Regards,
Bang Ferry

An Article from Indonesia Finance Today

Indonesia Finance Today

Dua Emiten Batu Bara Jajaki Akuisisi Tambang Baru

June 25, 2012

JAKARTA (IFT) – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Harum Energy Tbk (HRUM), dua emiten pertambangan batu bara tengah mengincar tambang baru untuk meningkatkan cadangan batu bara perseroan. Total dana yang disiapkan kedua perusahaan untuk akuisisi tambang batu bara sekitar Rp 2,8 triliun, masing-masing Rp 300 miliar dan US$ 270 juta. Bukit Asam, badan usaha milik negara di sektor pertambangan batu bara, mengalokasikan dana sebesar Rp 300 miliar untuk mengakusisi tambang batu bara pada tahun ini. Hananto Budi Laksono, Sekretaris Perusahaan Bukit Asam, mengatakan tengah melakukan uji tuntas (due diligence) dua tambang batu bara di Kalimantan.

Alternatively, you can copy and paste this link into your browser:
http://www.indonesiafinancetoday.com/read/26898/Dua-Emiten-Batu-Bara-Jajaki-Akuisisi-Tambang-Baru

Warm Regards,
bangferry

An Article from Indonesia Finance Today

Indonesia Finance Today

Kelebihan Pasokan Berpotensi Turunkan Harga Batu Bara

June 25, 2012

JAKARTA (IFT) – Harga batu bara sepanjang tahun ini diperkirakan turun karena membanjirnya stok di pasar. Rata-rata Harga Batu Bara Acuan (HBA) periode Januari-Mei 2012 tercatat sebesar US$ 109,094 per ton atau turun 9,16% dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 120.302 per ton.

Penurunan ini dipredikisi masih akan berlangsung sepanjang tahun ini. Supriatna Suhala, Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Batu Bara Indonesia (APBI), mengingatkan perusahaan tambang untuk meningkatkan efisiensi. "Penurunan ini mungkin akan menggerus pendapatan perusahaan karena sekarang di pasar memang stok sedang banyak," kata Supriatna.

Alternatively, you can copy and paste this link into your browser:
http://www.indonesiafinancetoday.com/read/26990/Kelebihan-Pasokan-Berpotensi-Turunkan-Harga-Batu-Bara

Warm Regards,
Bangferry

An Article from Indonesia Finance Today

Indonesia Finance Today

Grup Adaro Alokasikan Dana CSR Rp 143, 4 Miliar

June 25, 2012

JAKARTA (IFT)- Grup Adaro, kelompok usaha yang bergerak di jasa pertambangan batu bara terintegrasi, mengalokasikan dana untuk kegiatan sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) tahun ini sebesar Rp 143,4 miliar, naik dari realisasi tahun lalu sebesar Rp 91 miliar. Devindra Ratzarwin, Sekretaris Perusahaan PT Adaro Energy Tbk (ADRO), emiten batu bara termal terbesar kedua nasional, mengatakan dana tersebut dialokasikan untuk kegiatan CSR reguler dan non-reguler senilai total Rp 110,22 miliar. “Dana CSR reguler Adaro Indonesia diproyeksikan sekitar Rp 36,25 miliar dan non-reguler sebesar Rp 73,97 miliar,” ujar Devindra kepada IFT. Perseroan juga mendonasikan dana sebesar Rp 16,28 miliar kepada Yayasan Adaro Bangun Negeri untuk program CSR serta Rp 16,9 miliar per tahun untuk CSR anak usaha Adaro lainnya.

Alternatively, you can copy and paste this link into your browser:
http://www.indonesiafinancetoday.com/read/28081/Grup-Adaro-Alokasikan-Dana-CSR-Rp-143-4-Miliar

Warm Regards,
Bang Ferry

Friday, June 15, 2012

Dua PERMEN ESDM Harus Direvisi

[slideshow]Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI dari Partai Golongan Karya (Golkar), Poempida Hidayatulloh menilai, Peraturan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) No 7 dan 11 tahun 2012 harus direvisi. Pasalnya, dua permen tersebut memicu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal di sektor pertambangan.

"Kami menghimbau agar kedua peraturan menteri tersebut segera direvisi dan diberlakukan suatu peraturan yang lebih lugas, jelas, dan transparan," ucap Poempida, mendesak Menteri ESDM, Jero Wacik di Jakarta, Rabu (13/6).

Kedua Permen pengganti, lanjutnya, harus mampu menjawab tantangan amanat UU Minerba No 4 Tahun 2009 dan tidak  mengakibatkan tutupnya kegiatan usaha di sektor pertambangan yang berdampak terjadinya PHK massal.

"Kami mengingatkan kembali, sesuai dengan agenda pembangunan nasional yang mempunyai semangat 'Pro Poor, Pro Job, Pro Growth', maka kami menghimbau agar pihak Kementerian ESDM segera mengambil tindakan-tindakan untuk dapat menetralisasi preseden buruk dari permasalahan yang terjadi berkaitan dengan diberlakukannya kedua Permen itu," urainya.

Adapun Permen ESDM No 07 tahun 2012, yaitu tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral Melalui Kegiatan pengolahan dan Pemurnian Mineral.

Sedangkan, Permen ESDM Nomor 11 tahun 2012, yakni tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 07 Tahun 2012 Tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral telah memicu gejala Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal di sektor pertambangan. [IS]

http://www.gatra.com/terpopuler/46-ekonomi/14113-dua-permen-esdm-harus-direvisi